Fashion-beauty
Terlalu Rajin Bersihkan Wajah? Hati-Hati Alami Over Cleansing
Over cleansing adalah masalah kulit wajah akibat terlalu sering dibersihkan.
Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini

Dewiku.com - Membersihkan wajah memang penting. Namun jika dilakukan berlebihan, bisa menimbulkan masalah baru yaitu over cleansing.
Seperti namanya, over cleansing adalah kondisi kulit wajah yang bermasalah karena dibersihkan secara berlebihan.
Baca Juga
Melansir The Klog, terdapat 4 gejala over cleansing yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yuk simak uraiannya.
1. Kulit terasa sangat kencang
Kulit bersih dan kulit kencang adalah dua hal berbeda yang kerap disamakan, seolah kulit bersih itu selalu diakhiri dengan sensasi kencang.
Nyatanya, semakin kencang kulitmu setelah dibersihkan, artinya justru produk yang digunakan terlalu keras. Jika perawatan wajah dengan skincare ini masih kamu lanjutkan, bisa jadi kulitmu akan mengalami over cleansing.

2. Timbul ruam di wajah
Salah satu gejala wajah over cleansing adalah timbulnya ruam di permukaan kulit. Membersihkan wajah secara berlebihan bisa mengikis menyak alami dari lapisan kulit dan hal ini berpotensi menimbulkan ruam.
Jika kamu mengalaminya, coba ganti skincaremu dengan produk yang mengandung ceramide, dan gunakan asam hialuronat dan niacinamide untuk membantu memacu reproduksi lipid di kulit.

3. Tumbuh jerawat parah
Seperti yang disebutkan di atas, produk perawatan yang salah bisa mengikis minyak alami di lapisan kulit. Jika itu dilakukan terus menerus, akan timbul jerawat parah.
Selama ini mungkin saja kamu menyalahkan pelembap atau skincare atas jerawat parah ini. Namun, kamu tak menyadari bahwa pembersih juga memiliki potensi yang sama untuk menimbulkan kekacauan di kulit wajah.

4. Dalam kondisi terparah, bisa mengakibatkan dermatitis seboroik
Dermatitis seboroik paling sering terjadi pada zona-T. Penyakit kulit yang umum ini kerap terlihat seperti ruam, kemerahan dan penampilan jadi bengkak atau berminyak dengan kulit mengelupas putih atau kuning.
Dermatitis seboroik juga menimbulkan gatal hingga sering dikira psoriasis, eksim, atau reaksi alergi. Untuk mengatasinya, kamu harus konsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan resep obat jangka pendek.